Sabtu, 03 Maret 2012

askep bumil trimester 3


KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER 3

1.      Pengkajian
Selama trimester ketiga peristiwa-peristiwa yang baru terjadi dalam keluarga dan efeknya terhadap kehamilan dikaji. Daftar pertanyaan pengkajian trimester ketiga:
a.       Rencana antisipasi apa yang sedang disusun berkenaan dengan tangggung jawab baru menjadi orang tua, permasalahan saudara kandung, pemulihan dari kehamilan dan melahirkan dan penatalaksanaan fertilitas?
b.      Keberhasilan dan rasa frustasi apa yang dialami ibu berkenaan dengan diet, istirahat dan relaksasi, seksualitas dan dukungan emosional?
c.       Apa pemahaman ibu tentang kebutuhan keluarganya berkenaan dengan kehamilan dan anak?
d.      Sejauh mana kejauhan orang tua bila terjadi kedaruratan? Apakah ibu mengetahui dan memahami tanda bahaya dan cara serta kepada siapa ia harus melapor?
e.       Apakah ibu mengetahui tanda-tanda persalinan premature dan persalinan aterm?
f.       Apa pemahaman ibu tentang proses persalinan, harapan ibu terhadap dirinya dan orang lain selama persalinan, serta apa ynag harus dibawa ke rumah sakit?
g.      Apa rencana ibu dan keluarganya untuk menghadapi persalinan?
h.      Kecemasan apa yang ingin ibu ketahui tentang cara mengendalikan rasa tidak nyaman selama persalinan?
i.        Apakah ibu memiliki pertanyaan tentang perkembangan janin dan metode untuk mengkaji kesejahteraan janin?

a.       Pengkajian meternal
1). Wawancara
            Pertanyaan pertama pada wawancara trimester ketiga diajukan dengan tujuan mengidentifikasi kekhawatiran utama wanita hamil pada saat itu. Pemusatan perhatian pada wanita akan membantu kesiapannya untuk belajar dan membuat wanita itu yakin bahwa perawat memerhatikannya sebagai individu. Berdasarkan kebutuhan yang diutarakan pasien, keadaan wanita saat itu, dan hal-hal yang biasa dibutuhkan kabanyakan wanita pada tahap akhir kehamilan, keputusan klinis perawat menjadi pedoman isi dan arah wawancara.
            Tinjauan ulang system-sistem tubuh perlu dilakukan pada setiap pertemuan. Setiap tanda atau gejala yang mencurigakan harus dikaji dengan mendalam. Identifikasi rasa tidak nyaman yang mencerminkan adaptasi terhadap kehamilan. Pertanyaan –pertanyaan khusus diajukan untuk mengkaji kemungkinan infeksi contoh: (saluran kemih, saluran pernafasan). Pengetahuan tentang tindakan perawatan diri dan keberhasilannya dan  terapi yang diresepkan dikaji. Respon psikososial terhadap kehamilan dan pendekatan menjadi orang tua dikaji.
2). Pemeriksaan fisik
            Selama pemeriksaan fisik pada trimester ketiga, suhu, nadi, pernafasan, tekanan darah, dan berat dikaji dan dicatat. Tanda dan gejala yang mencurigakan dan ditemukan selama wawancara dikaji. Keberadaan, lokasi, dan derajat edema didokumentasi dengan cermat. Usia gestasi dikonfirmasi, di beberapa klinik, pemeriksaan pelvis mingguan dimulai pada minggu ke-36 sampai ke-38 dan dilanjutkan sampai aterm, terutama untuk memastikan bagian presentasi, stase, dan dilatasi daneffacement serviks.
3). Uji laboratorium
            Pada setiap kunjungan, dilakukan pemeriksaan urine untuk mendeteksi glukosa dan albumin. Tes kultur dan sensitivitas urine dilakukan jika diperlukan. Di beberapa fasilitas kesehatan, pada setiiap kunjungan dilakukan pemeriksaan hematokrit darah yang diambil menggunakan pipet. Tes darah diulang sesuai kebutuhan: tes untuk mendeteksi sifilis; hitung darah lengkap meliputi hematokrit, hemoglobin, dan hitung diferensial; skrinning antibody (kell, duffy, rubella, toksoplasmosis, anti-Rh, AIDS);sel sabit; dan kadar asam folat jika ada indikasi. Apabila tidak dilakukan pada awal kehamilan, maka pada wanita berusia lebih dari 25 tahun, dilakukan pemeriksaan glukosa. Apusan serviks dan vagina diulang pada minggu ke-32 atau sesuai kebutuhan untuk mendeteksi adanya organism Chlamydia, gonore, herpes simpleks tipe 1 dan 2, dan streptokokus grup B.

b.      Pengkajian janin
Sejak minggu ke-32, identifikasi presentasi, posisi, dan stasiun( engagement) janin dengan bantuan maneuver Leopold dilakukan setiap minggu.
Tinggi fundus diukur pada setiap kunjungan. Ukuran dan besar(berat) uterus dibandingkan dengan usia kehamilan yang sesungguhnya. Walaupun beberapa klinisi dapat memperkirakan  berat janin dengan ketepatan yang mangagumkan, perkiraan itu umumnya tidak konsisten dan tidak dapat diandalkan. Perkiraan berat janin meningkat keakuratannya melalui pengukuran diameter biparietal ( biparietal diameter determination [BPD] pada pemeriksaan ultrasonografi. Kemungkinan adanya retardasi pertumbuhan janin, kehamilan kembar, dan ketidakkeakuratan taksiran partus (TP) dapat diketahui melalui pemeriksaan ultrasonografi.
Status kesehatan janin dievaluasi pada setiap kunjungan. Ibu diminta menjelaskan gerakan janin. Ibu ditanya apakah ia mengalami tanda komplikasi potensial yang perlu dilaporkan misalnya perubahan gerakan janin, ketuban pecah.
2.      Diagnosis Keperawatan
Setiap wanita hamil dan keluarganya dipengaruhi dan berespon terhadap kehamilan dengan cara yang berbeda-beda. Pemantauan kehamilan yang cermat dan respon terhadap perawatan adalah hal yang paling penting. Berikut ini adalah contoh diagnosis keperawatan yang dapat ditetapkan pada trimester ketiga dari data dasar kahamilan normal.
a). Kerusakan koping individu yang berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang:
1)      Pengkajian resiko. Misalnya persalinan premature
2)      Mengenali awitan persalinan palsu atau sejati
3)      Tindakan perawatan diri
4)      Pengaturan kedaruratan
b). Perubahan proses keluarga yang berhubungan dengan:
1)      Pemahaman tentang perubahan dan perubahan pada kebutuhan pada trimester ketiga yang tidak adekuat
2)      Kekhawatiran yang meningkat terhadap persalinan
3)      Insomnia atau kurang tidur
 c) Gangguan pola tidur yang berhubungan dengan:
1)      Rasa tidak nyaman paada akhir kehamilan
2)      Kecemasan dalam menghadapi persalina
d). Intoleransi aktivitas yang berhubungan dengan
1)      Peningkatan berat dan perubahan pusat gravitasi
2)      Ansietas
3)      Gangguan tidur
4)       
3. Hasil yang diharapkan
Rencana perawatan pasien dn keluarganya selama kehamilan trisemeter tiga disusun berdasarkan diagnosis keperawatan yang diidentifikasi dan penyajian yang komprehensif terhadapkeluarga yang sedang menantikan kelahiran bayi. Rencana  bersifat individual, disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pasien dan kebutuhan keluarganya. Hasil akhir yang diharapkan pada trisemester pertama dan kedua. Hasil akhir yang diharapkan, yang berkaitan dengan perawatan fisiologis meliputi hal-hal berikut:
a.       Wanita dan keluarga menyatakan bahwa mereka memiliki informasi yang berhubungan dengan adaptasi maternal dan perkembangan janin sebagai dasar untuk memahami penatalaksanan perawatan selama trisemester ketiga
b.      Wanita akan memahami perawatan diri
c.       Ibu akan mengenali gejala-gejala yang mengindikasi penyimpangan dari kemajuan normal dan mengetahui protocol kemudian melaporkannya
d.      Mendiskusikan masalah yang berhubungan dengan isu-isu seksualitas pada trisemester ketiga
e.       Mendiskusikan perubahan fisik berkenaan dengan persalinan
f.       Mengidentiikasikan sumber-sumber yang dapat untuk mendapatkan informasi tentang perawatan bayi
g.      Mencari pertolongan medis dengan tepat jika terdapat tanda dan gejala yang berbahaya
h.      Mengungkapkan pemahaman tentang factor-faktor resiko individu yang potensial terhadap cedera dan komplikasi
Hasil-hasil yang diharapkan yang berhubungan dengan perawatan psikososial meliputi hal-hal berikut:
a.       Wanita menyatakan bahwa ia perlu belajar
b.      Wanita dan keluarga berpartisipasi akti dalam perawatan mereka selama trisemester tiga kehamilan
c.       Hubungan saling percaya wanita akan terus berkembang
d.      Mengungkapkan kesiapan untuk persalinan atau kelahiran bayi
e.       Mendiskusikan perubahan citra tubuh dan impian
f.       Mencari model peran positif dalam persiapan menjadi orang tua
g.      Mengungkapkan rasa percaya diri mengenal peran baru
h.      Wanita dan suaminya mengekspresikan kepuasan bersama denga hubungan seksual
i.        Melaporkan peningkatan rasa sejahtera dan perasaan segar
j.        Mengubah gaya hidup/perilaku yang menurunkan resiko
k.      Mendiskusikan reaksi emosional pada trisemester ketiga
B. PERAWATAN KOLABORATIF KEHAMILAN TRISEMESTER KETIGA
Diskusikan tentang pengetahuan orangtua tentang respon bayi belum lahir terhadap stimulus, seperti bunyi, cahaya, postur atau ketegangn ibu serta pola tidur dan terjaga akan bermanfaat. Berikan juga kesempatan untuk membahas kemungkinan ketegangan emosional yang brhubungan dengan pengalaman melahirkan, seperti rasa takut akan mengalami nyeri, kehilangan kendali, dan kemungkinan melahirkan anak sebelum tiba di rumah sakit. Kesematan yng diberikan untuk mendiskusikan kekhawatiran, mendengarkan klien, dan memvalidasi kenormalan rspon sampai tingkat tertentu akan memenuhi kebutuhan kebutuhan wanita tersebut.
 Komiten ayah terhadap kehamilan hubungan dengan pasangan kehawatiran mereka tetang seksualitas dan ekspresi seksual muncul sebagamasalah pada orangtua yang sedang menantikan keiahiran bayi. Perawat perlu menyadari
Bahwa pria semakin rapuh selama masa kehamilan sehingga perawat pelu menerapkan tindakan antisipasi dan strategi peningkatan kesehatan untuk membantu mereka mengatasi kekhawatiranya


1pendidikan tentang perawatan diri
                           masalah
        pendidikan  perawatan diri                 
Sesak napas dan disnea
Insomnia
Gingivitis dan epulis
Sering berkimia
Rasa tidak nyaman dan tekanan perineoni
Kontraksi Braxton hicks kram tungkai
Edema mata kaki                   
Saat tidur tambahkan bantal, hindari makan terlalu kenyang, berhenti merokok, rujuk ke pemberi kesehatan.

Lakukan relaksasi, pijat punggung, topang bagian tubuh, dengan bantal, minum susu hangat,mandi air hangat
Latihan kegel, batsai cairan, gunakan pelapis perineum, rujuk ke pemberi kesehatan. Istirahat, relaksasi, rujuk ke dokter.
Istirahat, ubah posisi,lakukan teknik bernapas saat menggangu.
Lakukan pemeriksaan tanda humans, lakukan massage, kompres hangat, dorsoleksi kaki, berdiri di permukaan yang dingin, beri suplemen kalsium, gel aluminium 1 ons.
Banyak minum air, kenakan kaus kaki, istirahat.
Dengan tungkai dan pinggang ditingikan, latihan ringan, rujuk ke dokter.
 
C. MEMPERSIAPKAN PERSALINAN DAN TEMPAT MELAHIRKAN
1.      Kontraksi uterus; wanita diinstruksikan melaporkan frekuensi, durasi, dan intensitas kontraksi uterus. Pada persalinan sejati, penigkatan aktivitas meningkatkan gejala ini, namun pada persalinan palsu akan menghilangkan gejala
2.      Ketuban pecah
3.      Aliran darah : darah berwarna merah muda, lengket,dan jumlahnya sedikit (berlendir)
  1. Mengenali persalinan premature
Awitan persalinan premature ringan dan sulit dikenali, sehingga penting untuk mengatahui cara merasakan kontraksi uterus pada abdomen. Hubungi dokter, klinik, atau unit bersalin jika terdapat salah satu tanda berikut:
a.       Mengalami kontraksi uterus setiap 10 menit atau lebih sering selama 1 jam
b.      Mengalami tanda dan gejala lain selama 1 jam
c.       Terdapat bercak darah/kebocoran cairan pada vagina
  1. Pendidikan prenatal
Penyuluhan tentang pramelahirkan membantu orang tua melakukan transisi dari peran sebagai orang tua yang menantikan kelahiran bayi menjadi orang tua yang bertanggung jawab atas bayi yang baru saja lahir
  1. Program pendidikan untuk orang tua
Kelas tentang kehamilan tahap awal member informasi dasar. Kelas dikembangkan pada area berikut:
a.       Perkembangan janin pada tahap dini
b.      Perubahan fisiologis dan emosional selama masa hamil
c.       Seksualitas manusia
d.      Kebutuhan nutrisi ibu dan janin
Kelas tentang kehamilan tahap pertengahan menekankan partisipasi wanita dalam merawat dirinya seperti persiapan menyusui dan emberian suus formula, peawatan bayi, higine dasar, keluhan umum, obat-obatan sederhana dan aman, kesehatan bayi dan menjadi orang tua.
Kelas tentang kehamilan tahap akhir menekankan pada persalinan dan proses melahirkan. Berbagai metode koping dalam menghadapi persalinan dan proses melahirkan sering menjadi dasar berbagai kelas prenatal.
  1. Pilihan tempat melahirkan
a.       Pusat melahirkan alternatif
Biasanya bertempat di deretan rumah sakit, jauh dari departemen obstetric tradisional, dekat ruang operasi, ruang bersalin, dan fasilitas perawatan intense medis. Lternative Birth Centers (ABC’s) memiliki akomodasi seperti di rumah seperti tepat tidur ganda untuk pasangan dan tempat tidur bayi. Dilakukan skrinning untuk masuk sehinggaABC’s tidak menerima wanita resiko tinggi.
b.      Pusat melahirkan mandiri
Unit ini sering kali terletak di dekat rumah sakit utama, sehingga transfer cepat ke institusi tersebut dapat dilakukan jika di butuhkan. Pelayanan yang diberikan meliputi pelayanan yang dibutuhkan untuk penatalaksanaan yang aman selama siklus subur. Semua pasien diharapkan menghadiri kelas melahirkan dan menjadiorang tua. Setiap keluarga yang menantikan kelahiran bayinya membuat rencaan melahirkan.
c.       Melahirkan di rumah
Di egara berkembang, rumah sakit atau fasilitas yang adekuat tidak tersedia untuk wanita hamil, sehingga melahirkan di rumah menjadi suatu kebutuhan. Praktek melahirkan di rumah dapat dilakukan pada kehamilan tanpa komplikasi.namun, wanita yang memiliki resiko tingi harus diidentifikasi selama periode prenatal dandirujuk untuk melahirkan dirumah sakit.
d.      Melahirkan di rumah sakit
Apabila merencanakan untuk melahirkan di rumah sakit, biasanya wanita harus mendaftar terlebih dahulu. Kebanyakan rumah sakit menyedikan pamphlet berisi informasi, banyak fsilitas juga menyediakan orang untuk menjelaskan peraturan rumah sakit. Konseling disediakan untukmeredakan keteganagn yang berhubungan langsung dengan pengalaman melahirkan. Banyak wanita yang bersalin di rumahsakit belum menjalani perawatan prenatal. Tanggung jawab perawat ialah memberi pengetahuan dan dukungan supaya dapat melalui masa subur dengan berhasil
D. EVALUASI YANG DIHARAPKAN PADA KEHAMILAN TRISEMESTER KETIGA
Evaluasi adalah suatu proses yang continue karena setiap intervensi dikaji efektivitasnya dan intervensi alternative digunakan sesuaikebutuhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar